Efek Psikologi Manipulasi Elemen Air dalam Desain Interior – Studi Kasus : Fitur Air Jatuh Dengan Pengaturan Rendah

I Ketut Suarna

Abstract

Manipulasi elemen air dalam desain interior memberi gambaran bahwa manusia membutuhkan stimulus dalam merestorasi prilakunya. Melalui eksperimen 3 model fitur air dengan kategori volume tumpahan besar, medium dan kecil, penelitian ditujukan untuk mencari fitur mana yang cenderung lebih efektik memberi dampak psikologi yang lebih baik . Suara yang dihasilkan dari ketiga model fitur air direkam dan diolah dengan software Audacity untuk dijadikan stimulus melalui uji listening kepada 30 responden. Dampak psikologi yang ditimbulkan diukur melalui penilaian terhadap respon persepsi dan respon emosi melalui kuisioner yang disusun dengan metoda semantik diferensial. Pengukuran respon persepsi dikaitkan dengan atribut fisik berupa kualitas bunyi air (ketajaman, kasar-halus, kecepatan yang dikaitkan dengan deras atau pelan) dan variasi bunyi yang yang dikaitkan dengan konstan atau bervariasinya bunyi. Sementara penilaian terhadap respon emosi dikaitkan dengan dampak ketenangan, rileks, alami, familiar, kesegaran, senang dan tegang. Fitur air yang cenderung mendapat penilaian positf adalah fitur dengan bentuk tumpahan satu titik sebagai perwakilan volume tumpahan yang kecil.

Keywords

manipulasi air, desain interior, psikologi, persepsi, emosi

Full Text:

PDF

References

Arsyad, S. (2000): Konservasi Tanah dan Air, Bandung-Penerbit IPB (IPBPress).

Booth, Norman K (1990): Basic element of landscape architectural design,Waveland-Prospect Height.

Chaplin, J.P (2006):Kamus Lengkap Psikologi, Jakarta-Publisher

Goldstein, E. Brucc (2010): Sensation and Perception, Eight Edition, United States of America – Wadsworth

Setiawan, Hariyadi B.(1996): Arsitektur Lingkungan dan Prilaku, Yogyakarta-Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Sugiyono,(2011): Metode Penilaian Kuantitatif, Kualitatif dan R & O, Bandung-Alfabeta

Syukur (2011): Beragam cara terhapy; gangguan sehari-hari, Yogyakarta-Duva Press.

Wylson, Anthony (1986):Aquatecture: Architecture and water, The University of California-Publiser Architectural Press.

Calarco, F.M.A., & Galbrun, L. (2014): Semantic assesment of water features used over roadtraffic noise, Paper presented at Forum Acusticum 2014, Krakow, Poland

G. Watts, R. Pheasant, K Horoshenkov, L. Ragonesi, (2009): Measurement andsubjective assessment of water generated sounds, Acta Acust. United with Acust. 95, 1032-1039

J. Kang, Taylor dan Francis(2007): Urbarn Sound Environment, New York

J.Y. Jeon, P.J. Lee, J.You, J. Kang, (2010): Perpectual assessment of quality of urbansoundscapes with combined noise sources and water sounds, J. Acoust. Soc. Am. 127(3), 1357-1366)

J.Y. Jeon , P.J. Lee, J. You, dan J. Kang (2012): Acoustical characteristics of water sounds for soundscapes enhancement in urban open spaces, J. Acoust. Soc. Am. 131 2101-2109.

Lunden, peter & Nilsson, mats (2015): Perceptual and phsycoacustik, Faculty of Social Sciences,Departement of Psicoloagy

L. Galbrun dan T.t. Ali(2013):Acoustical and perpectual assesment of water sounds and their use over road traffic noise, J. Acoust. Soc. Am. 133 227-237

L. Galbrun, T.T. (2011): Acoustic design of water feautures forthe built environment, Proceeding of the Institute of Acoustics, 33(4), 112-119, Acoustics 2011, Glasgow, 14-15 September

Laurent Galbrun, Tahrir Ali (2012): Perpectual assesment of water sounds for road traffic noise masking, Societe Francaise d’Acoustique, Acoustics, Apr 2012, Nantes, Fauce (hal 00811210)

Maufeld dan Heyer (2003): Colour Perseption: Mind and the physical world, Oxford University Press.